Menjadi seseorang yang kau cintai sangat sulit bagiku untuk membalas seperti yang kau mau. Bukan berarti aku tidak bisa mencintaimu. Atau aku tidak bisa mebalas cintamu. Sederhana bagiku. Aku melihat kau masih belum mempercayaiku untuk mencitaimu. Lalu apa yang harus aku katakan pada dunia? Apabila kau telah terlanjur mencitaiku atau aku telah terlanjur mencintaimu.
Kata-kata itu engkau ucapkan ketika kita telah menjalin hubungan kasih sayang. Jalinan kasih sayang kita belumlah lama, masih terhitung dini. Terhitung muda sebab kita belum sama-sama mengerti tentang apa yang kita suka satu sama lain. Soal selera, warna, hobi dan obrolan.
Tapi, kau sudah ucapkan kata Cinta. Entah apa yang membuatmu yakin kau mencitaiku? Akupun heran dan sempat bertanya-tanya. Jangan-jangan kau hanya mau menggobaliku atau ada maksud tersembunyi dari ucapan manismu?
Aku tak peduli semua itu. Mencitai atau dicintai merupakan dua persoalaan serius bagiku. Mencitai memiliki konsekwensi untuk selalu memberi terhadap objek yang dicintai. Ia berberposisi menajdi subjek yakni pemberi. Sedangkan dicintai berposisi sebagai penerima atau objek dari yang mencintai.
Persoalaannya adalah mana yang lebih baik kita miliki atau kita sandang? Tentunya, semua itu tergantung dari sudut pandang kita. Lebih baik “mencintai atau dicntai”.
3 tanggapan so far ↓
CUEX_PUOLLL // 09/10/2008 pada 14:31 |
HmMm…
baca tulisan ini buat hatiku berantakan b’cauze aq juga alami apa yang tertulis ini…
hanya bedanya aq pilih tu’ diam ta’ katakan apapun karena aq ga’ percaya meski aqpun punya rasa yang sama dengannya
kalimat yang ada pada alinea pertama buatq punya inspirasi tu’ apa yang bih tepat ku katakan padanya
Nongkrong // 09/10/2008 pada 14:31 |
We’eeeee, dah punya cewek lo…
bahul // 09/10/2008 pada 14:31 |
Tulisan ini merupakan sebuah potret dari sebagian perjalanan hidupku yang pernah menghampiri. Kalau teman juga mersakan hal tersebut, bukan berarti kita bernasib sama, tapi hanya kebetulan saja.